Moksa adalah tujuan terakhir dan sekaligus memiliki nilai tertinggi dari seluruh umat Hindu. Dengan sembahyang, batin seseorang menjadi tenang, dangan Dharana (menetapkan cipta), Dhyana (memusatkan cipta) dan Samadhi (mengheningkan cipta), manusia berangsur – angsur dapat mencapai tujuan hidupnya yang tertinggi.
Kitab suci Weda telah menyediakan dan memfasilitasi bagaimana caranya orang melaksanakan pelepasan dirinya dari ikatan maya sehingga akhirnya Atman dapat bersatu dengan Brahman. Di dalam ajaran kerohanian Hindu terdapat jalan untuk mencapai kesempurnaan “Moksa”,dengan menghubungkan diri dan memusatkan pikiran kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Cara – cara atau jalan yang demikian itu disebut dengan “Catur Marga/Yoga”.
Catur Marga/Yoga dibagi menjadi empat, yaitu Bhakti Marga Yoga, Karma Marga Yoga, Jnana Marga Yoga, Raja Marga Yoga.
- Bhakti Marga Yoga adalah suatu proses atau cara mempersatukan Atman dengan Brahman dengan berlandaskan atas cinta kasih yang mendalam kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kata “Bhakti” berarti hormat, taat, sujud, meyembah persembahan, kasih. Bhakti Marga Yoga artinya jalan cinta kasih, jalan persembahan. Seorang Bhakta dengan sujud dan cinta, menyembah dan berdoa dengan pasrah mempersembahkan jiwa raganya sebagai Yajna kepada Sang Hyang Widhi. Cinta kasih yang mendalam adalah suatu cinta kasih yang bersifat umum dan mendalam yang disebut Maitri. Semangat Tat Twam Asi sangat subur di dalam hati sanubarinya.
- Karma Marga Yoga adalah jalan atau usaha untuk mencapai kesempurnaan dengan perbuatan atau kebajikan tanpa pamrih. Hal yang paling utama dari Karma Marga Yoga ialah melepaskan semua hasil dari segala perbuatan. Bagi seorang Karma, penyerahan hasil pekerjaan kepada Tuhan bukan berarti kehilangan bahkan akan datang berlipat ganda.
- Jnana Marga Yoga artinya mempersatukan jiwatman dengan paramatman yang dicapai dengan jalan mempelajari ilmu pengetahuan dan filsafat pembebasan diri dari ikatan – ikatan keduniawian.
- Raja Marga Yoga adalah suatu jalan mistik (rohani) untuk mencapai kelepasan atau moksa. Melalui Raja Marga Yoga seseorang akan lebih cepat mencapai Moksa, tetapi tantangan yang dihadapinya lebih berat, orang yang mencapai moksa dengan jalan ini diwajibkan mempunyai seorang guru Kerohanian yang sempurna untuk dapat menuntun dirinya kearah tersebut. Adapun tiga tingkatan yang ditempuh oleh para Raja Yogin yaitu melekukan tapa, brata, yoga samadhi. Seorang Raja Yoga akan dapat menghubungkan dirinya dengan kekuatan rohani melalui Astanga Yoga yaitu delapan tahapan Yoga untuk mencapai Moksa, yang diajarkan oleh Maha Rsi Patanjali dalam bukunya yang disebut Yoga Sutra Patanjali. Adapun bagian – bagiannya:
- Yama yaitu bentuk larangan yang harus dilakukan oleh seseorang dari segi jasmani, misalnya dilarang membunuh, dilarang berbohong dll
- Nyama yaitu pengendalian diri yang lebih bersifat rohani, misalnya Sauca (tetap suci lahir batin).
- Asana yaitu sikap duduk yang menyenangkan, teratur dan disiplin.
- Pranayama yaitu mengatur pernapasan sehingga menjadi sempurna melalui tiga jalan yaitu Puraka (menarik nafas), Kumbhaka (menahan nafas), dan Recaka (mengeluarkan nafas).
- Pratyahara yaitu mengontrol dan mengendalikan indriya dari ikatan obyeknya, sehingga dapat melihat hal –hal suci.
- Dharana yaitu usaha – usaha untuk menyatukan pikiran dengan sarana yang diinginkan.
- Dhyna, yaitu pemusatan pikiran yang tengan.
- Samadhi yaitu penyatuan atman.
Sekian artikel saya mengenai Moksa, semoga artikel saya ini dapat menambah wawasan anda tentang Agama Hindu….. Artikel ini bersumber dari buku Genitri Pendidikan Agama Hindu tahun 2007. apabila dalam artikel saya terdapat kesalahan baik dalam pengetikan dan yang lainnya saya mohon maaf yang sebesar – besarnya…. Trims…
Moksa adalah tujuan terakhir dan sekaligus memiliki nilai tertinggi dari seluruh umat Hindu. Dengan sembahyang, batin seseorang menjadi tenang, dangan Dharana (menetapkan cipta), Dhyana (memusatkan cipta) dan Samadhi (mengheningkan cipta), manusia berangsur – angsur dapat mencapai tujuan hidupnya yang tertinggi.
Kitab suci Weda telah menyediakan dan memfasilitasi bagaimana caranya orang melaksanakan pelepasan dirinya dari ikatan maya sehingga akhirnya Atman dapat bersatu dengan Brahman. Di dalam ajaran kerohanian Hindu terdapat jalan untuk mencapai kesempurnaan “Moksa”,dengan menghubungkan diri dan memusatkan pikiran kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Cara – cara atau jalan yang demikian itu disebut dengan “Catur Marga/Yoga”.
Catur Marga/Yoga dibagi menjadi empat, yaitu Bhakti Marga Yoga, Karma Marga Yoga, Jnana Marga Yoga, Raja Marga Yoga.
- Bhakti Marga Yoga adalah suatu proses atau cara mempersatukan Atman dengan Brahman dengan berlandaskan atas cinta kasih yang mendalam kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kata “Bhakti” berarti hormat, taat, sujud, meyembah persembahan, kasih. Bhakti Marga Yoga artinya jalan cinta kasih, jalan persembahan. Seorang Bhakta dengan sujud dan cinta, menyembah dan berdoa dengan pasrah mempersembahkan jiwa raganya sebagai Yajna kepada Sang Hyang Widhi. Cinta kasih yang mendalam adalah suatu cinta kasih yang bersifat umum dan mendalam yang disebut Maitri. Semangat Tat Twam Asi sangat subur di dalam hati sanubarinya.
- Karma Marga Yoga adalah jalan atau usaha untuk mencapai kesempurnaan dengan perbuatan atau kebajikan tanpa pamrih. Hal yang paling utama dari Karma Marga Yoga ialah melepaskan semua hasil dari segala perbuatan. Bagi seorang Karma, penyerahan hasil pekerjaan kepada Tuhan bukan berarti kehilangan bahkan akan datang berlipat ganda.
- Jnana Marga Yoga artinya mempersatukan jiwatman dengan paramatman yang dicapai dengan jalan mempelajari ilmu pengetahuan dan filsafat pembebasan diri dari ikatan – ikatan keduniawian.
- Raja Marga Yoga adalah suatu jalan mistik (rohani) untuk mencapai kelepasan atau moksa. Melalui Raja Marga Yoga seseorang akan lebih cepat mencapai Moksa, tetapi tantangan yang dihadapinya lebih berat, orang yang mencapai moksa dengan jalan ini diwajibkan mempunyai seorang guru Kerohanian yang sempurna untuk dapat menuntun dirinya kearah tersebut. Adapun tiga tingkatan yang ditempuh oleh para Raja Yogin yaitu melekukan tapa, brata, yoga samadhi. Seorang Raja Yoga akan dapat menghubungkan dirinya dengan kekuatan rohani melalui Astanga Yoga yaitu delapan tahapan Yoga untuk mencapai Moksa, yang diajarkan oleh Maha Rsi Patanjali dalam bukunya yang disebut Yoga Sutra Patanjali. Adapun bagian – bagiannya:
- Yama yaitu bentuk larangan yang harus dilakukan oleh seseorang dari segi jasmani, misalnya dilarang membunuh, dilarang berbohong dll
- Nyama yaitu pengendalian diri yang lebih bersifat rohani, misalnya Sauca (tetap suci lahir batin).
- Asana yaitu sikap duduk yang menyenangkan, teratur dan disiplin.
- Pranayama yaitu mengatur pernapasan sehingga menjadi sempurna melalui tiga jalan yaitu Puraka (menarik nafas), Kumbhaka (menahan nafas), dan Recaka (mengeluarkan nafas).
- Pratyahara yaitu mengontrol dan mengendalikan indriya dari ikatan obyeknya, sehingga dapat melihat hal –hal suci.
- Dharana yaitu usaha – usaha untuk menyatukan pikiran dengan sarana yang diinginkan.
- Dhyna, yaitu pemusatan pikiran yang tengan.
- Samadhi yaitu penyatuan atman.
Sekian artikel saya mengenai Moksa, semoga artikel saya ini dapat menambah wawasan anda tentang Agama Hindu….. Artikel ini bersumber dari buku Genitri Pendidikan Agama Hindu tahun 2007. apabila dalam artikel saya terdapat kesalahan baik dalam pengetikan dan yang lainnya saya mohon maaf yang sebesar – besarnya…. Trims…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar