Sabtu, 07 Maret 2009

Sradha Moksa

A.Pengertian Moksa

Bersatunya Atman dengan Brahman tercapailah keadaan Sat cit ananda, yaitu kebahagian yang abadi. Kondisi seperti inilah yang disebut Moksa. Moksa merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari Panca Sradha. Moksa merupakan tujuan hidup tertinggi dari umat Hindu. Kebahagian yang sejati ini baru akan tercapai oleh seseorang bila ia telah dapat menyatukan jiwanya dengan Tuhan (Sang Hyang Widhi Wasa). Moksa berasal dari bahasa Sansekerta, dari akar kata muc yang berarti membebaskan atau melepaskan. Moksa berarti kelepasan, kebebasan. Dari pemahaman istilah, kata Moksa dapat disamakan dengan nirwana, nisreyasa atau keparamarthan. Moksa bersifat nirguna, tidak ada bahasa manusia yang dapat menjelaskan bagaimana sesungguhnya alam Moksa itu.
Jalan yang ditunjukajaran agama untuk mencapai Moksa adalah Catur Marga Yoga. Ajaran Catur Marga Yoga dapat ditempuh semua orang dengan menyesuaikan kemampuan dirinya masing - masing. Sesunguhnya jalan Catur Marga tersebut dalam prakteknya telah dilaksanakan dalam satu kesatuan yang utuh, namun dengan meletakkan satu penonjolan tertentu dari jalan - jalan tersebut.

B. Tingkatan Moksa

Disebutkan ada beberapa tingkatan "moksa" yang diajarkan dalam ajaran agama Hindu. Ajaran ini didasarkan pada keadaan "atma" dalam hubungannya dengan Brahman. Adapun bagian - bagiannya sebagai berikut:
  1. Jiwamukti
  2. Widehamukti
  3. Purnamukti
Secara lebih rinci tentang tingkatan - tingkatan moksa dapat dijadikan beberapa macam tingkatan. Moksa dapat dibedakan menjadi empat jenis:
  1. Samipya
  2. Sarupya
  3. Salokya
  4. Sayujya
Sekian post saya untuk hari ini.....
Ditunggu ya posting saya yang selanjutnya mengenai pengertian dari tingkatan - tingkatan moksa...
Apabila ada kekeliruan dalam artikel yang saya buat, saya minta maaf yang sebesar - besarnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tasmad asaktah satatam karyam samacara, asakto hy acaran karma param apnoti purusah.
Artinya
Oleh karena itu, laksanakanlah segala kerja sebagai suatu kewajiban tanpa terikat pada hasilnya, sebab dengan melakukan kerja yang bebas dari keterikatan, orang itu sesungguhnya akan mencapai yang utama…