Sabtu, 04 April 2009

Catur Asrama

Kemarin kita sudah membahas sekilas tentang Moksa, sekarang saya akan membawakan materi tentang Catur Asrama. Kata Catur berarti empat dan kata Asrama berarti tempat atau lapangan “kerohanian”, kata Asrama juga sering dikaitkan dengan jenjang kehidupan. Jenjang kehidupan itu berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan prilaku manusia. Catur Asrama berarti empat jenjang kehidupan yang berlandaskan petunjuk kerohanian Hindu.

Catur Asrama dibagi menjadi empat yaitu Brahmacari Asrama, Grhastha Asrama, Wanaprastha Asrama dan Bhiksuka “Sanyasin” Asrama.

  1. Brahmacari Asrama adalah Asrama pertama dari Catur ASrama. Tatanan hidup rohani setiap umat semasih dalam umur Brahmacari Asrama ialah menuntut ilmu pengetahuan. Mengisi diri menuju kedewasaan rohani supaya kedewasaan rohani dengan kedewasaan jasmani berkembang sejalan dan seimbang.

Menurut ajaran agama Hindu saat berada dalam Brahmacari Asrama, para siswa dilarang mengumbar hawa nafsu sex. Melainkan semua kekuatan jasmani dan rohaninya sebagian besar hendaknya diarahkan untuk pembentukan kecerdasan otak yang disebut dengan Oyas Sakti dan sebagiannya lagi diarahkan untuk kesegaran jasmani.

Mengingat adanya pendidikan seumur hidup dan dalam kaitannya dengan prilaku seksual, maka ajaran brahmacari sudah sewajarnya juga mengalami perkembangan. Dengan demikian dikenal adanya istilah:

  • Sukla Brahmacari, nama bagi orang yang tidak pernah kawin dari sejak lahir sampai ia meninggal.

  • Sewala Brahmacari, nama bagi orang yang hanya kawin satu kali dalam hidupnya.

  • Kresna atau Tresna Brahmacari, seseorang yang kawinlebih dari satu kali dan dalam batas maksimal 4 kali, itupun dengan ketentuan bahwa seorang Brahmacari boleh mengambil istri yang kedua bilamana istri pertama tidak dapat melahirkan keturunan, tidak dapat berperan sebagai seprang istri.

  1. Grhastha Asrama adalah jenjang jedua dari Catur Asrama yang artinya masa hidup untuk membangun rumah tangga.

  2. Wanaprastha Asrama, warna hidup umat dalam masa ini agak berbeda dengan Grhastha Asrama. Kalau dalam masa Grhastha Asrama seseorang giat bekerja, mengabdi untuk mendapatkan bekal hidup yang baik yang bersifat rohani dan lebih – lebih lagi yang bersifat Artha. Namun seorang dalam tingkatan Wanaprastha Asrama perlahan – lahan seseorang itu mulai mengasingkan diri dari kesibukan duniawi.

  3. Bhiksuka Asrama merupakan jenjang terakhir dari Catur Asrama. Pada masa ini perilaku seseorang yang sedang ada dan mengikuti masa Bhiksuka mengalami peningkatan lebih lanjut terkait dengan mengurangi kegiatan sosial keduniawian. Tidaklah berlebihan bila seolah – olah jenjang hidup Bhiksuka itu sebagai persiapan dari program hidup manusia menuju akhirat. Dengan kata lain menyiapkan diri agar nanti Sang Hyang Atma dalam suatu saat tertentu dapat bersatu dengan Sang Hyang Parama Atma.

Sekian kiranya yang dapat saya sampaikan, artikel yang saya posting ini bersumber dan sebagian dikutip dari buku Genitri Pendidikan Agama Hindu tahun 2007. Apabila dalam artikel saya terdapat kesalahan baik dalam pengetikan dan yang lainnya saya mohon maaf yang sebesar – besarnya…. Trims…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tasmad asaktah satatam karyam samacara, asakto hy acaran karma param apnoti purusah.
Artinya
Oleh karena itu, laksanakanlah segala kerja sebagai suatu kewajiban tanpa terikat pada hasilnya, sebab dengan melakukan kerja yang bebas dari keterikatan, orang itu sesungguhnya akan mencapai yang utama…